Jumat, 15 Januari 2010

Sholat Sebagai Pembeda Muslim dan Kafir

Banyak umat yang mengaku muslim namun dalam kehidupan sehari-hari sering meninggalkan sholat. Padahal kedudukan sholat dalam Islam merupakan ibadah terpenting, dimana sholat itu merupakan tiang agama, sebagaimana hadits Rasulullah SAW :

"Urusan yang paling utama adalah Islam, dan tiangnya adalah sholat, serta puncaknya adalah jihad di jalan Allah".
Bahkan sholat juga merupakan ibadah paling pertama yang diwajibkan oleh Allah kepada hamba-Nya. Sholat juga merupakan amalan pertama yang akan dihisab kelak di Yaumul Akhir, hal tersebut seperti yang ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW :
"Amalan seorang hamba yang paling pertama dihisab di
hari Kiamat adalah sholat, jika sholatnya baik maka baik pula seluruh amalannya,
dan jika shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalannya."
(HR.
Ath-Thabarani)
Sholat juga menjadi wasiat terakhir yang diucapkan Rasulullah SAW untuk umatnya sebelum beliau wafat, dalam wasiatnya berkata :
"Jagalah sholat, jagalah sholat, dan jagalah sumpah-sumpah kalian."
Sholat juga menjadi ibadah terakhir yang akan hilang dalam Islam; jika ia telah lenyap maka hilanglah Islam, sebagaimana hadits Rasulullah SAW :

"Kelak akan putuslah ikatan Islam sedikit demi sedikit, setiap satu kali putus maka manusia akan bergantung kepada tali yang lainnya, dan yang paling pertama putus adalah hukum Islam, dan yang paling terakhir adalah sholat."
Sesungguhnya dengan kita mendirikan sholat kita ikut menjaga agama, dan kita diperintahkan untuk menjaga sholat dalam keadaan bermukim atau berpergian, dalam keadaan aman maupun ketakutan. Allah SWT berfirman :

"Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu'. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui." (Al-Baqarah : 238 - 239)
Jangan sampai malaikat Nakir marah dan mengancam kita karena mengabaikan sholat dan menyia-nyiakannya, sebagaimana firman Allah SWT :

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (Maryam : 59)
Selanjutnya dalam ayat lain ditegaskan :

"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya." (Al-Ma'un : 4 - 5)
Jika seseorang dengan sengaja meninggalkan atau mengingkari kewajiban sholat, maka dia termasuk orang-orang kafir dan telah keluar dari agama Islam, dan itu telah menjadi kesepakatan umat Islam. Bagi seorang yang meninggalkan sholat, dan dia tetap beriman dan meyakini bahwa sholat itu wajib; ia meninggalkan sholat karena malas atau sibuk tanpa adanya alasan syar'i untuk meninggalkannya, maka dalam keadaan demikian, pada beberapa hadits dengan tegas menghukum bahwa orang tersebut juga kafir dan wajib dibunuh. Dari Jabir bin Abdullah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda :

"Yang membedakan muslim dengan kafir adalah meninggalkan sholat."
Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Ashabus Sunan keduali An-Nasa'i. Dari Buraidah berkata, Rasulullah SAW bersabda :

"Janji setia diantara kami dengan mereka adalah sholat, barang siapa yang meninggalkan sholat maka dia adalah kafir."
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ashabus Sunan. Dari Abdullah bin Amr dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau pada suatu hari mengingatkan tentang sholat dan berkata :

"Barang siapa yang menjaga sholat maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan di Hari Kiamat, dan barang siapa yang tidak menjaga sholatnya maka dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan, dan pada Hari Kiamat dia akan bersama Qarun, Fir'aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf."(Diriwayatkan oleh Ahmad, Ath-Thabarani dan Ibnu Hibban dengan sanad yang baik, jayyid.)

Adapun hadits yang dengan tegas memerintahkan untuk membunuh mereka yang telah meninggalkan sholat adalah : Dari Ibnu Abbas r.a., dari Rasulullah SAW bersabda :

"Ikatan dan pondasi Islam ada tiga : laksanakanlah dasar-dasar agama Islam, barang siapa yang eminggalkan salah satunya maka dia kafir dan darahnya halal, ketiga pondasi tersebut adalah : syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, sholat yang wajib, dan puasa di bulan Ramadhan." (Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dengan sanad Hasan).
Dari Ibnu Umar r.a., sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :

"Aku perintahkan untuk membunuh manusia sampai mereka mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, maka siapa saja yang menjaganya maka darah dan hartanya akan terjaga dalam naungan Islam, dan Allah Azza wa Jalla akan menghisab mereka." (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar